Gejala Tetanus yang Harus Diwaspadai - Tips

mozvid.blogspot.com - Sebut saja pak Amir, seorang tukang bangunan yg selalu bekerja giat di sebuah toko perabot kayu. Suatu ketika saat bekerja, pak Amir terkena paku besar yg ternyata sudah berkarat. Dalam beberapa hari kemudian pak Amir mengeluhkan kejang, mulut sukar dibuka. Akhirnya keluarga membawa pak Amir ke rumah sakit terdekat.

Gejala Tetanus yang Harus Diwaspadai
Penulis jg pernah merawat seorang bayi dgn keluhan kejang-kejang terutama pd anggota gerak atas dan bawah bila di sekitarnya ada suara ribut dan rangsangan sentuhan terhadapnya. Hal ni terjadi setelah bayi ni dlm pertolongan persalinan oleh dukun beranak di daerah pedalaman tak dilakukan dgn steril. Pemotongan tali pusat hanya memakai bambu tajam.

Penyakit tetanus ni merupakan penyakit yg disebabkan oleh bahan racun/toksin yg dihasilkan bakteri Clostridium tetani / Basi tetanus.

Kuman ni masuk ke dlm tubuh kita melalui luka yg diakibatkan oleh kecelakaan, gigitan binatang, patah tulang yg terbuka, tertusuk benda yg tajam seperti paku, kawat berduri, dan lainnya. Selain melalui luka, kuman ni dpt pula masuk melalui luka bakar dan infeksi pd telinga. Tetanus juda sering kita temukan pd bayi yg baru dilahirkan, dikenal sebagai tetanus neonatorum, yg disebabkan infeksi pd tali pusat yg tak dirawat dgn baik dan steril.

Sumber infeksi lainnya dpt pula berasal dari tanah, abu jalanan ataupun kotoran binatang yg telah terkontaminasi dgn kuman tersebut, kuman tetanus ni dpt berkembang pd saluran cerna binatang yg memamah biak, seperti lembu, kerbau, sapi, kuda dan lainnya, yg seterusnya kuman ni sering ditemukan pd kotoran binatang tadi.

Ladang, sawah ataupun kebun yg menggunakan pupuk kandang merupakan tempat yg ideal dimana kuman ni berkembang biak. Oleh karena itulah, para petani atupun pekerja di sawah, kebun dan ladang ni harus berhati-hati agar dlm bekerja tak terluka dan memakai alat pelindung diri yg baik, seperti alas kaki, pakaian yg tertutup, alat pelindung kepala dan lainnya.

Pada saat kuman ni berkembang biak, dan menghasilkan zat-zat racun yg diserap oleh ujung-ujung saraf motorik, dan diteruskan sampai ke susunan saraf pusat, maka toksin ni sudah tak mungkin dinetralisir lagi dgn baik.

Gejala tetanus

Gejala timbul pd seorang penderita penyakit tetanus ni baru kelihatan pd hari ke 4 sampai minggu ke 3 sesudah bakteri tersebut masuk ke dlm tubuh. Gejala penyakit ni biasanya dimulai dgn sakit kepala, demam, rasa sakit pd tulang dan otot serta rasa gelisah. Sesudah itu baru kita temukan kekakuan pd otot -otot motorik yg mendapatkan persarafan dari saraf otak ke V, VII, IX, X, XI, dan XII. Keluhan yg dpt timbul berupa :

1. Kaku dan tegang pd otot-otot wajah, sehingga kelihatan raut wajah penderita seperti orang yg sangat ketakutan.

2. Kekakuan pd otot leher dan tulang belakang, kaku kuduk, yg membuat penderita sukar untk duduk dan berdiri.

3. Kekakuan pd dinding perut, yg membuat perut penderita keras seperti papan.

4. Kejang-kejang pd otot-otot anggota gerak dan wajah.

5. Kejang dan kaku pd otot-otot pernapasan yg bisa menyebabkan sulit untk bernapas dan berujung pd kematian.

6. Penderita jg sangat peka terhadap rangsangan - rangsangan yg sangat kecil sekalipun. Dengan suara yg sedikit ribut saja, / sentuhan kecil pd badannya, penderita bisa mengalami kejang-kejang. Itulah sebabnya penderita penyakit tetanus haruslah dirawat dikamar isolasi yg agak gelap, tenang dan terhindar dari suara - suara berisi.

Pencegahan tetanus

Pengobatan terhadap penyakit ni tidaklah mudah, apalagi jikalau toksin dari bakteri penyebab sudah menyebar ke susunan saraf pusat. Karena itulah pentingnya peranan pencegahan timbulnya tetanus merupakan suatu hal yg sangat penting sebelum penyakit tersebut menyerang.

Pencegahan terhadap penyakit tetanus dpt dilakukan sebagai berikut :

1. Bila timbul luka di bagian tertentu dari tubuh, baik luka memar, lecet, sayatan, apalagi luka tertusuk benda - benda tertentu, haruslah dilakukan perawatan yg baik dari luka ini. Bersihkanlah luka dgn sebaik - baiknya dari benda - benda asing seperti tanah, karat, dan lainnya dgn air panas, boorwater, kalium permanganas dan berbagai antiseptik lainnya.

2. Bagi petugas kesehatan yg menolong proses persalinan, apakah bidan, dukun beranak, perawat dan dokter haruslah melakukan pertolongan ni dgn cara dan peralatan - peralatan yg steril, terutama pd saat memotong dan memutuskan tali pusat bayi. Perawatan tali pusat ni sampai terputus haruslah dilakukan dgn bersih dan steril pula.

3. Yang tak kalah penting adlh pemberian imunisasi terhadap penyakit ini, yg terdiri dari 2 jenis yakni :

a. Imunisasi aktif

Ini dilakukan dgn pemberian toksoid tetanus. Toksoid ni diberikan sebaiknya kepada tiap bayi dan anak kecil. Pemberian toksoid tetanus ni biasanya diberikan bersamaan dgn pemberian toksoid terhadap difteri dan pertusis/batuk rejan. Ada jg toksoid / vaksin untk penyakit tetanus, difteri, pertusis, dan polio bersamaan yg dikenal dgn nama DTTP-Vaccine.

Toksoid ni diberikan sebanyak 3 kali, dgn jarak waktu masing - masing pemberian adlh 4 minggu. Kemudian sesudah itu diikuti dgn injeksi untk memperkuat (booster) 8 - 12 minggu kemudian. Bila kemudian terjadi luka, kepada orang ni hanya diberikan toksoid terhadap tetanus ini, segera setelah terjadi luka.

Pada hakikatnya, pemberian toksoid tetanus ni jg dpt diberikan kepada semua orang dgn semua usia. Terutama pd orang - orang yg selalu berhadapan dgn bahaya kecelakaan yg bisa menimbulkan luka, seperti tukang bangunan, petani, pekerja hutan, anggota pemadam kebakaran.

Dengan pemberian toksoid ni kita membentuk dan mengaktifkan antibodi terhadap toksin dari bakteri tetanus, sehingga kita bisa terhindar dari kemungkinan terjadinya penyakit tetanus. Di samping itu jg salah satu keuntungan yg lain dari pemberian toksoid ni adlh tak diketemukannya lagi kemungkinan alergi seperti kita menyuntikkan ATS.

b. Imunisasi pasif

Pemberian ATS (Anti Tetanus Serum) merupakan imunisasi pasif yg kita dpt kita berikan kepada mereka yg belum pernah mendapatkan imunisasi aktif dgn toksoid tetanus.

ATS mengandung antibodi terhadap toksin yg dihasilkan oleh bakteri penyebab tetanus, yg biasanya dibuat dari serum kuda. ATS jg dpt diberikan segera setelah terjadinya luka.

Pemberian ATS ni terkadang jg dpt menimbulkan bahaya bagi orang yg alergi terhadap ATS, yg bukan hanya menimbulkan gatal - gatal, tetapi jg dpt menyebabkan syok / keadaan yg membahayakan lainnya berujung pd kematian.

Imunisasi pasif lainnya dpt dilakukan dgn pemberian Gamma Globulin yaitu Human Tetanus Immun Gamma Globulin, yg berasal dari serum darah manusia yg mengandung antibodi terhadap toksin dari bakteri tetanus. Keuntungan pemberian Gamma Globulin ni adlh kemungkinan alergi yg sangat kecil ataupun tak ada.

Oleh: dr. Syamsul Bihar, MKed (Paru), Sp.P.

other source : http://mariberbagi.xyz, http://reddit.com, http://merdeka.com

Title : Gejala Tetanus yang Harus Diwaspadai - Tips
Description : mozvid.blogspot.com - Sebut saja pak Amir, seorang tukang bangunan yg selalu bekerja giat di sebuah toko perabot kayu. Suatu ketika saat bek...

0 Response to "Gejala Tetanus yang Harus Diwaspadai - Tips"

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *