mozvid.blogspot.com - Bhinneka Tunggal Ika, beberapa hal yg akan kita bahas adlh Pengertian Bhinneka Tunggal Ika, Sejarah Bhinneka Tunggal Ika, Fungsi Bhinneka Tunggal Ika, serta Prinsip dan Implementasi Bhinneka Tunggal Ika. Langsung saja kita akan masuk ke dlm pembahasannya.
PENGERTIAN BHINNEKA TUNGGAL IKA
Secara etimologi / asal-usul bahasa, kata-kata Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuna yg jika dipisahkan menjadi Bhinneka = beragam / beraneka, Tunggal = satu, dan Ika = itu. Artinya, secara harfiah, jika diartikan menjadi beraneka satu itu. Maknanya, dpt dikatakan bahwa beraneka ragam tetapi masih satu jua. Semoboyan ni diambil dari kitab / kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular, yg hidup pd masa Kerajaan majapahit sekitar abad ke-14 M.

Hal ni menunjukkan persatuan dan kesatuan yg terjadi diwilayah Indonesia, dgn keberagaman penduduk Indonesia yg terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama, dan kepercayaan, lantas tak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia dpt dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kutipan yg diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yg ditulis / dikarang pd tahun ke-14 Masehi / lebih tepatnya pd zaman Kerajaan Majapahit yg notabene menganut kepercayaan Hindu. Empu Tantular merupakan seorang penganut Budha pd masa Majapahit, tapi itu tak membuat hidupnya menjadi tak aman / tak tentram. Sebaliknya, Empu Tantular menjalani kehidupan yg aman dan tentram di bawah kepercayaan Hindu yg dianut oleh kerajaan. Dalam kitab tersebut, Empu Tantular menulis Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yg berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa adlh tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yg mendua).
Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi saat dimulainya proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Ir.Soekarno bersama dgn Muhammad Yamin, dan I Gusti Bagus Sugriwa membuat diskusi kelompok kecil di sela-sela sidang BPUPKI perihal mempersiapkan kesiapan-kesiapan untk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Secara resmi, lambang burung Garuda beserta tulisan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digunakan pd saat Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yg dipimpin oleh wakil presiden saat itu, yaitu Mohd.Hatta pd tanggal 11 Februari 1950. Lambang ni disahkan berdasarkan usulan dari Sultan Hamid 2 dan Muh.Yamin. sebenarnya, banyak sekali yg mengusulkan rancangan lambang dari tokoh-tokoh saat itu, tetapi yg terpilih ialah rancangan yg dibuat oleh Sultan Hamid beserta Muh.Yamin.
Sebenarnya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika lebih bermanifestasi kepada keadaan kepercayaan / agama pd masa itu. Empu Tantular dlm kitabnya, menceritakan kata-kata itu untk menggambarkan keadaan damai yg dirasakan walaupun terdapat perbedaan kepercayaan. Namun, oleh para tokoh bangsa, semboyan ni diberikan penafsiran baru untk memenuhi permintaan kondisi akan zaman tersebut. Indonesia yg beraneka ragam tetapi bersatu padu, dianggap sesuai dgn makna semboyan tersebut.
Para Founding Fathers yg kebanyakan beragama Islam pd saat itu, terlihat sangat toleran terhadap usulan semboyan yg diusulkan oleh Muh.Yamin. watak inilah yg menjadi cerminan rakyat Indonesia yg sangat toleran terhadap keanekaragaman yg ada. Rakyat Indonesia telah mengenal aneka ragam suku bangsa, ras, kepercayaan jauh sebelum agama-agama dating dan masuk ke Indonesia.
Bangsa Indonesai telah lama hidup di dlm keaneka ragaman, tetapi hal ni tak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yg ada digunakan untk membentuk suatu Negara yg besar. Keberagaman yg terjadi baik itu di dlm segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yg besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yg tergabung dlm berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dgn mengambil peran masing-masing.
Para tokoh bangsa yg bergerak dlm memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah menyadari tantangan yg harus dihadapi oleh karena kemajemukan yg ada di dlm bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yg tak dpt dihindari di dlm negeri ini. Pemikiran dan tindakan yg diperbuat tak lain dan tak bukan hanya untk menunjukkan pd dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dgn keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an merupakan sebuah hakikat realitas yg telah ada dlm bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an merupakan sebuah cita-cita kebangsaan. Wahana inilah yg menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yg dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dlm bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yg bisa menikmati kemerdekaan dgn mudah, haruslah bersungguh-sungguh dlm menerapkannya dlm kehidupan sehari-hari. Kita bisa saling menghargai dgn masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dlm diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.
PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA
1. Common Denominator
Di Indonesia, berbagai macam keaneka ragaman yg ada tidaklah membuat bangsa ni menjadi pecah. Terdapat 5 agama yg ada di Indonesia, dan hal tersebut tak membuat agama-agama tersebut untk saling mencela. Maka sesuai prinsip pertama dari Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan-perbedaan di dlm agama tersebut haruslah dicari common denominatornya, / dgn kata lain kita haruslah mencari persamaan dlm perbedaan itu, sehingga semua rakyat yg hidup di Indonesia bisa hidup di dlm keanekaragaman dan kedamaian dgn adanya kesamaan di dlm perbedaan tersebut.
Begitu jg halnya dgn dengan aspek lain yg memiliki perbedaan di Indonesia, seperti adat dan kebudayaan yg terdapat di tiap daerah. Semua macam adat dan budaya itu tetap diakui konsistensinya sebagai adat dan budaya yg sah di Indonesia, tapi segala macam perbedaan tersebut tetap bersatu di dlm bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.
2. Tidak Bersifat Sektarian dan Enklusif
Makna yg terkandung di dlm prinsip ni yaitu semua rakyat Indonesia dlm kehidupan berbangsa dan bernegara tak dibenarkan menganggap bahwa dirinya / kelompoknya adlh yg paling benar, paling hebat, / paling diakui oleh yg lain. Pandangan-pandangan sectarian dan enklusif haruslah dihilangkan pd segenap tumpah darah Indonesia, karena ketika sifat sectarian dan enklusif sudah terbentuk, maka akan banyak konflik yg terjadi dikarenakan kecemburuan, kecurigaan, sikap yg berlebihan, dan kurang memperhitungkan keberadaan kelompok / pribadi lain.
Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, dgn kata lain segala kelompok yg ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tak memperlakukan kelompok minoritas ke dlm posisi terbawah, tetapi haruslah hidup berdampingan satu sama lain. Kelompok mayoritas jg tak harus memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain.
3. Tidak Bersifat Formalistis
Bhinneka Tunggal Ika tak bersifat formalistis, yg hanya menunjukkan perilaku semu dan kaku. Tetapi, Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan menyeluruh. Hal ni dliandasi oleh adanya rasa cinta mencintai, rasa hormat menghormati, saling percaya mempercayai, dan saling rukun antar sesame. Karena dgn cara inilah, keanekaragaman dpt disatukan dlm bingkai ke-Indonesiaan.
4. Bersifat Konvergen
Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen dan tak divergen. Segala macam keaneka ragaman yg ada jika terjadi masalah, bukan untk dibesar-besarkan, tetapi haruslah dicari satu titik temu yg dpt membuat segala macam kepentingan menjadi satu. Hal ni dpt dicapai jika terdapatnya sikap toleran, saling percaya, rukun, non sectarian, dan inklusif.
IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA
Implementasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika dpt tercapai jika rakyat dan seluruh komponen mematuhi prinsip-prinsip yg telah disbeutkan di atas. Yaitu :
1. Perilaku Inklusif
Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dlm suatu populasi yg luas, sehingga dia tak melihat dirinya melebihi dari yg lain. Begitu jg dgn kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi / kelompoknya. Kepentingan bersama dpt membuat segala komponen merasa puas dan senang. Masing-masing kelompok memiliki peranan masing-masing di dlm kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Mengakomodasi Sifat Prulalistik
Ditinjau dari keanekaragaman yg ada di dlm negeri ini, maka sepantasnyalah jika Indonesia merupakan bangsa dgn tinglat prulalistik terbesar di dunia. Hal inilah yg membuat bangsa kita disegani oleh bangsa lain. Namun, jika hal ni tak dpt dipergunakan dgn baik, maka sangat mungkin akan terjadi disintegrasi di dlm bangsa.
Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat dan budaya yg ada di Indonesia memiliki jumlah yg tak sedikit. Sikap saling toleran, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi menjadi hal mutlak yg dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonesia, agar terciptanya masyarakat yg tenteram dan damai.
3. Tidak Mencari Menangnya Sendiri
Perbedaan pendapat merupakan hal yg lumrah terjadi pd zaman sekarang. Apalagi ditambah dgn diberlakukannya sistem demokrasi yg menuntut segenap rakyat bebas untk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Oleh karena itu, untk mencapai prinsip ke-Bhinneka-an, maka seseorang haruslah saling menghormati antar satu pendapat dgn pendapat yg lain. Perbedaan ni tak untk dibesar-besarkan, tetapi untk dicari suatu titik temu dgn mementingkan kepentingan bersama. Sifat konvergen haruslah benar-benar dinyatakan di dlm hidup berbangsa dan bernegara, jauhkan sifat divergen.
4. Musyawarah untk Mufakat Perbedaan pendapat antar kelompok dan pribadi haruslah dicari solusi bersama dgn diberlakukannya musyawarah. Segala macam perbedaan direntangkan untk mencapai satu kepentingan. Prinsip common denominator / mencari inti kesamaan haruslah diterapkan di dlm musyawarah. Dalam musyawarah, segala macam gagasan yg timbul akan diakomodasikan dlm kesepakatan. Sehingga kesepakatan itu yg mencapai mufakat antar pribadi / kelompok.
5. Dilandasi Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban
Sesuai dgn pedoman sebaik-baik manusia ialah yg bermanfaat bagi manusia lainnya, rasa rela berkorban haruslah diterapkan di dlm kehidupan sehari-hari. Rasa rela berkorban ni akan terbentuk dgn dilandasi oleh rasa salin kasih mangasihi, dan sayang menyayangi. Jauhilah rasa benci karena hanya akan menimbulkan konflik di dlm kehidupan.
Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan pribadi dan kelompok serta mengurangi pamrih pribadi. Hal ni mutlak diperlukan.
Baiklah sobat, inilah artikel kali ni mengenai Bhinneka Tunggal Ika, semoga ilmunya bermanfaat untk sobat sekalian.
PENGERTIAN BHINNEKA TUNGGAL IKA
Secara etimologi / asal-usul bahasa, kata-kata Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuna yg jika dipisahkan menjadi Bhinneka = beragam / beraneka, Tunggal = satu, dan Ika = itu. Artinya, secara harfiah, jika diartikan menjadi beraneka satu itu. Maknanya, dpt dikatakan bahwa beraneka ragam tetapi masih satu jua. Semoboyan ni diambil dari kitab / kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular, yg hidup pd masa Kerajaan majapahit sekitar abad ke-14 M.

Hal ni menunjukkan persatuan dan kesatuan yg terjadi diwilayah Indonesia, dgn keberagaman penduduk Indonesia yg terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama, dan kepercayaan, lantas tak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia dpt dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kutipan yg diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yg ditulis / dikarang pd tahun ke-14 Masehi / lebih tepatnya pd zaman Kerajaan Majapahit yg notabene menganut kepercayaan Hindu. Empu Tantular merupakan seorang penganut Budha pd masa Majapahit, tapi itu tak membuat hidupnya menjadi tak aman / tak tentram. Sebaliknya, Empu Tantular menjalani kehidupan yg aman dan tentram di bawah kepercayaan Hindu yg dianut oleh kerajaan. Dalam kitab tersebut, Empu Tantular menulis Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yg berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa adlh tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yg mendua).
Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi saat dimulainya proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Ir.Soekarno bersama dgn Muhammad Yamin, dan I Gusti Bagus Sugriwa membuat diskusi kelompok kecil di sela-sela sidang BPUPKI perihal mempersiapkan kesiapan-kesiapan untk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Artikel Penunjang : Pengertian, Anggota, Sidang dan Sejarah BPUPKISetelah beberapa tahun kemudian, ketika para tokoh bangsa yg telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia berembuk untk merancang lambang Negara, maka timbullah ide untk memasukkan semoyan Bhinneka Tunggal Ika ke dlm lambang tersebut. Maka jadilah, pd lambing burung garuda, pd kaki burung tersebut, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika.
Secara resmi, lambang burung Garuda beserta tulisan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digunakan pd saat Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yg dipimpin oleh wakil presiden saat itu, yaitu Mohd.Hatta pd tanggal 11 Februari 1950. Lambang ni disahkan berdasarkan usulan dari Sultan Hamid 2 dan Muh.Yamin. sebenarnya, banyak sekali yg mengusulkan rancangan lambang dari tokoh-tokoh saat itu, tetapi yg terpilih ialah rancangan yg dibuat oleh Sultan Hamid beserta Muh.Yamin.
Sebenarnya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika lebih bermanifestasi kepada keadaan kepercayaan / agama pd masa itu. Empu Tantular dlm kitabnya, menceritakan kata-kata itu untk menggambarkan keadaan damai yg dirasakan walaupun terdapat perbedaan kepercayaan. Namun, oleh para tokoh bangsa, semboyan ni diberikan penafsiran baru untk memenuhi permintaan kondisi akan zaman tersebut. Indonesia yg beraneka ragam tetapi bersatu padu, dianggap sesuai dgn makna semboyan tersebut.
Para Founding Fathers yg kebanyakan beragama Islam pd saat itu, terlihat sangat toleran terhadap usulan semboyan yg diusulkan oleh Muh.Yamin. watak inilah yg menjadi cerminan rakyat Indonesia yg sangat toleran terhadap keanekaragaman yg ada. Rakyat Indonesia telah mengenal aneka ragam suku bangsa, ras, kepercayaan jauh sebelum agama-agama dating dan masuk ke Indonesia.
Artikel Penunjang : Persiapan Kemerdekaan Negara Repbulik IndonesiaFUNGSI BHINNEKA TUNGGAL IKA
Bangsa Indonesai telah lama hidup di dlm keaneka ragaman, tetapi hal ni tak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yg ada digunakan untk membentuk suatu Negara yg besar. Keberagaman yg terjadi baik itu di dlm segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yg besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yg tergabung dlm berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dgn mengambil peran masing-masing.
Para tokoh bangsa yg bergerak dlm memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah menyadari tantangan yg harus dihadapi oleh karena kemajemukan yg ada di dlm bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yg tak dpt dihindari di dlm negeri ini. Pemikiran dan tindakan yg diperbuat tak lain dan tak bukan hanya untk menunjukkan pd dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dgn keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an merupakan sebuah hakikat realitas yg telah ada dlm bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an merupakan sebuah cita-cita kebangsaan. Wahana inilah yg menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yg dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dlm bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yg bisa menikmati kemerdekaan dgn mudah, haruslah bersungguh-sungguh dlm menerapkannya dlm kehidupan sehari-hari. Kita bisa saling menghargai dgn masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dlm diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.
PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA
1. Common Denominator
Di Indonesia, berbagai macam keaneka ragaman yg ada tidaklah membuat bangsa ni menjadi pecah. Terdapat 5 agama yg ada di Indonesia, dan hal tersebut tak membuat agama-agama tersebut untk saling mencela. Maka sesuai prinsip pertama dari Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan-perbedaan di dlm agama tersebut haruslah dicari common denominatornya, / dgn kata lain kita haruslah mencari persamaan dlm perbedaan itu, sehingga semua rakyat yg hidup di Indonesia bisa hidup di dlm keanekaragaman dan kedamaian dgn adanya kesamaan di dlm perbedaan tersebut.
Begitu jg halnya dgn dengan aspek lain yg memiliki perbedaan di Indonesia, seperti adat dan kebudayaan yg terdapat di tiap daerah. Semua macam adat dan budaya itu tetap diakui konsistensinya sebagai adat dan budaya yg sah di Indonesia, tapi segala macam perbedaan tersebut tetap bersatu di dlm bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.
2. Tidak Bersifat Sektarian dan Enklusif
Makna yg terkandung di dlm prinsip ni yaitu semua rakyat Indonesia dlm kehidupan berbangsa dan bernegara tak dibenarkan menganggap bahwa dirinya / kelompoknya adlh yg paling benar, paling hebat, / paling diakui oleh yg lain. Pandangan-pandangan sectarian dan enklusif haruslah dihilangkan pd segenap tumpah darah Indonesia, karena ketika sifat sectarian dan enklusif sudah terbentuk, maka akan banyak konflik yg terjadi dikarenakan kecemburuan, kecurigaan, sikap yg berlebihan, dan kurang memperhitungkan keberadaan kelompok / pribadi lain.
Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, dgn kata lain segala kelompok yg ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tak memperlakukan kelompok minoritas ke dlm posisi terbawah, tetapi haruslah hidup berdampingan satu sama lain. Kelompok mayoritas jg tak harus memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain.
3. Tidak Bersifat Formalistis
Bhinneka Tunggal Ika tak bersifat formalistis, yg hanya menunjukkan perilaku semu dan kaku. Tetapi, Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan menyeluruh. Hal ni dliandasi oleh adanya rasa cinta mencintai, rasa hormat menghormati, saling percaya mempercayai, dan saling rukun antar sesame. Karena dgn cara inilah, keanekaragaman dpt disatukan dlm bingkai ke-Indonesiaan.
4. Bersifat Konvergen
Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen dan tak divergen. Segala macam keaneka ragaman yg ada jika terjadi masalah, bukan untk dibesar-besarkan, tetapi haruslah dicari satu titik temu yg dpt membuat segala macam kepentingan menjadi satu. Hal ni dpt dicapai jika terdapatnya sikap toleran, saling percaya, rukun, non sectarian, dan inklusif.
IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA
Implementasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika dpt tercapai jika rakyat dan seluruh komponen mematuhi prinsip-prinsip yg telah disbeutkan di atas. Yaitu :
1. Perilaku Inklusif
Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dlm suatu populasi yg luas, sehingga dia tak melihat dirinya melebihi dari yg lain. Begitu jg dgn kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi / kelompoknya. Kepentingan bersama dpt membuat segala komponen merasa puas dan senang. Masing-masing kelompok memiliki peranan masing-masing di dlm kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Mengakomodasi Sifat Prulalistik
Ditinjau dari keanekaragaman yg ada di dlm negeri ini, maka sepantasnyalah jika Indonesia merupakan bangsa dgn tinglat prulalistik terbesar di dunia. Hal inilah yg membuat bangsa kita disegani oleh bangsa lain. Namun, jika hal ni tak dpt dipergunakan dgn baik, maka sangat mungkin akan terjadi disintegrasi di dlm bangsa.
Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat dan budaya yg ada di Indonesia memiliki jumlah yg tak sedikit. Sikap saling toleran, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi menjadi hal mutlak yg dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonesia, agar terciptanya masyarakat yg tenteram dan damai.
3. Tidak Mencari Menangnya Sendiri
Perbedaan pendapat merupakan hal yg lumrah terjadi pd zaman sekarang. Apalagi ditambah dgn diberlakukannya sistem demokrasi yg menuntut segenap rakyat bebas untk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Oleh karena itu, untk mencapai prinsip ke-Bhinneka-an, maka seseorang haruslah saling menghormati antar satu pendapat dgn pendapat yg lain. Perbedaan ni tak untk dibesar-besarkan, tetapi untk dicari suatu titik temu dgn mementingkan kepentingan bersama. Sifat konvergen haruslah benar-benar dinyatakan di dlm hidup berbangsa dan bernegara, jauhkan sifat divergen.
4. Musyawarah untk Mufakat Perbedaan pendapat antar kelompok dan pribadi haruslah dicari solusi bersama dgn diberlakukannya musyawarah. Segala macam perbedaan direntangkan untk mencapai satu kepentingan. Prinsip common denominator / mencari inti kesamaan haruslah diterapkan di dlm musyawarah. Dalam musyawarah, segala macam gagasan yg timbul akan diakomodasikan dlm kesepakatan. Sehingga kesepakatan itu yg mencapai mufakat antar pribadi / kelompok.
5. Dilandasi Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban
Sesuai dgn pedoman sebaik-baik manusia ialah yg bermanfaat bagi manusia lainnya, rasa rela berkorban haruslah diterapkan di dlm kehidupan sehari-hari. Rasa rela berkorban ni akan terbentuk dgn dilandasi oleh rasa salin kasih mangasihi, dan sayang menyayangi. Jauhilah rasa benci karena hanya akan menimbulkan konflik di dlm kehidupan.
Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan pribadi dan kelompok serta mengurangi pamrih pribadi. Hal ni mutlak diperlukan.
Baiklah sobat, inilah artikel kali ni mengenai Bhinneka Tunggal Ika, semoga ilmunya bermanfaat untk sobat sekalian.
other source : http://viva.co.id, http://softilmu.blogspot.com, http://youtube.com
Title : Pengertian & Makna Bhinneka Tunggal Ika - Fisika
Description : mozvid.blogspot.com - Bhinneka Tunggal Ika , beberapa hal yg akan kita bahas adlh Pengertian Bhinneka Tunggal Ika , Sejarah Bhinneka Tunggal...
Description : mozvid.blogspot.com - Bhinneka Tunggal Ika , beberapa hal yg akan kita bahas adlh Pengertian Bhinneka Tunggal Ika , Sejarah Bhinneka Tunggal...
0 Response to "Pengertian & Makna Bhinneka Tunggal Ika - Fisika"
Post a Comment